Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Di Korea Selatan jarang seseorang makan sendiri. Biasanya mereka makan bersama
keluarga, kolega atau sahabat. Namun, entah dengan siapapun teman makannya, etiket atau budaya
makan orang Korea tetap harus diterapkan. Tentunya ini ditujukan untuk menghargai makanan
dan juga rekan makan. Selain itu, sebagai negara yang menjunjung tinggi kesopanan, jelas etiket
makan di Korea Selatan lebih detail.
Lantas seperti apa saja budaya makan orang Korea Selatan yang perlu diketahui?

Jika berencana liburan ke Korea Selatan, maka ketahui dengan detail bagaimana budaya
makan orang Korea Selatan. Sama seperti Indonesia, setiap negara pasti punya aturan makan yang
bisa jadi akan sangat berbeda dari yang biasanya kita ketahui. Bahkan sesuatu yang bagi kita bukan
sebuah masalah bisa jadi menjadi hal yang sangat dilarang di Korea Selatan. Misalnya mendirikan
sumpit. Bagi orang Korea ini adalah hal yang sangat tidak sopan.
Lebih lengkapnya di bawah ini beberapa budaya makan orang Korea Selatan yang perlu
diketahui:
Ketika makan, hindari mengambil duluan. Ketika makan kita harus melihat siapa yang
makan bersama kita. Jika di situ ada orang yang lebih tua atau lebih senior, maka kamu
wajib mendahulukan mereka untuk mengambil makan terlebih dulu.
Selain itu, ketika duduk pun hindari duduk terlebih dulu sebelum yang lebih tua atau senior
duduk duluan. Jika tidak, kamu akan dianggap tidak sopan. Perlu diketahui, biasanya
orang yang lebih tua lebih suka tempat duduk yang jauh dari pintu.
Ucapan di atas juga diartikan “selamat makan”. Ucapan ini diucapkan sebagai rasa
terima kasih kepada mereka yang telah memasak hidangan untuk makan.
Dalam budaya makan orang Korea Selatan, kesopanan adalah nilai yang harus dijunjung
tinggi. Jadi, meskipun sudah duduk dan mengucapkan “jalmeokgesseumnida”, kamu tetap
belum boleh makan hingga mereka yang lebih tua atau lebih senior mengangkat sumpit
atau sendok terlebih dulu. Bersabarlah sebentar karena ini tentu tak lama.
Berbeda dari budaya makan orang Cina atau Jepang yang membolehkan mengangkat
piring atau mangkok ketika makan, Korea Selatan tidak. Mengangkat piring atau mangkok
dianggap sangat tidak sopan. Kamu bisa menggunakan sendok ketika ingin mengambil kuah
lauk.
Ingus seringkali keluar ketika kita memakan makanan pedas. Namun, tahukah kamu bahwa
mengeluarkan ingus ketika makan entah apapun alasannya sangat dilarang. Apalagi ketika
kamu makan bersama orang yang lebih tua. Bahkan meski kamu telah menggunakan tisu,
mengeluarkan ingus tetap saja tidak diperbolehkan. Lantas, bagaimana?
Jika kamu hendak membuang ingus, pastikan beralih ke tempat lain semisal toilet.

Setelah selesai makan, selalu ingat untuk tidak meletakkan sumpit sembarangan. Letakkan
sumpit kembali di samping mangkok. Hindari meletakkan sumpit dalam posisi berdiri di atas
mangkok karena menyerupai pemasangan dupa ketika acara pemakaman. Selain itu,
meletakkan sumpit dalam posisi berdiri juga melambangkan nasib buruk sehingga sangat
dilarang.
Jika kamu memiliki durasi makan yang cepat, jangan lakukan hal yang sama ketika makan
bersama orang lain. Apalagi jika teman makanmu adalah orang yang lebih senior atau lebih
tua. Lantas, bagaimana? Ikutilah tempo makan orang yang makan di dekatmu sehingga kamu
mampu menyamakan waktu makan dengan mereka.
Selain dilarang mengangkat mangkok atau piring dari atas meja, kamu juga harus
memperhatikan posisi peletakannya. Biasanya mangkok diletakkan di sebelah kiri ketika
makan.
Perlu diketahui, hidangan Korea memiliki banyak menu pendamping dan biasanya
memenuhi meja makan. Namun, jangan sekalipun berpikir untuk mencoba semuanya. Selain
itu, pastikan memilih menu yang kamu suka dan hindari menyentuh menu yang kurang
kamu sukai dengan tujuan agar menu tersebut tidak terbuang atau bisa dimakan oleh orang
lain.
Salah satu kebiasaan makan orang Korea adalah mendahulukan sup. Utamanya jika itu
masakan rumahan. Meskipun di meja makan terdapat banyak lauk pauk, sup tetap
dijadikan sebagai menu pembuka.
Sup di sini digunakan untuk menghangatkan tubuh dan lidah serta mempersiapkan
pengecap untuk menikmati hidangan selanjutnya.

Salah satu menu yang paling sering muncul setiap kali makan adalah kimchi. Kimchi
memang salah satu makanan tradisional yang cocok dimakan disandingkan dengan menu
makanan apapun. Rasa kimchi yang pahit, pedas dan asam menjadi rasa khas yang sangat
disukai. Kimchi sendiri merupakan sayuran yang difermentasikan dengan bumbu
gochujang. Biasanya sayuran yang dijadikan kimchi adalah sawi putih, timun, bayam, dan
lobak.
Baca Juga: 22 Makanan dan Minuman Khas Korea Selatan yang Harus Dicoba
Salah satu budaya makan orang Korea adalah makan pada wadah yang sama. Biasanya ini
dilakukan ketika ada acara khusus. Biasanya mereka akan memesan makanan dalam jumlah
besar untuk kemudian disantap bersama menggunakan sendok masing-masing.
Ketika menuang minuman, pastikan menuangkannya terlebih dulu untuk mereka yang
lebih tua. Selain itu, ketika gelas rekan tinggal setengah atau nampak setengahnya, kamu
juga harus sigap menambahkannya lagi.
Ketika seseorang hendak menuangkan minuman, hendaknya kamu memegang gelas dengan
kedua tangan dan menerimanya. Jika kamu dalam posisi duduk dibawah, terimalah dengan
duduk sambil melipat kaki kebelakang. Untuk makanan, jika ada seseorang memberikanmu
makanan, maka kamu wajib menerimanya. Ingat, selalu gunakan dua tangan.
Selain itu, istilah menerima makanan disini diartikan mulai dari menggeser jenis makanan
pada sebuah mangkuk atau piring, hingga mengoper gelas.
Setelah menerima makanan pemberian seseorang, jangan lupa selalu mengucapkan
terimakasih. Biasanya mereka akan mengucapkan “Masigaemeokgoseoyo” yang artinya
“Saya menikmati makanannya”
Alat makan yang sering digunakan di Korea adalah sendok dan sumpit. Namun, keduanya
memiliki fungsi yang berbeda. Sendok disini digunakan untuk mengonsumsi sup dan nasi,
sedangkan sumpit untuk mengambil lauk atau ketika memakan mie.
Meskipun perutmu sudah terasa kenyang, kamu harus mengusahakan untuk
menghabiskan makanan tanpa sisa. Menyisakan makanan di Korea dianggap tidak
bersyukur dan sangat tidak sopan. Budaya makan orang Korea Selatan ini cukup bagus,
bukan?
Setelah selesai makan, jangan lupa pula mengucapkan “jalmeogosseumnida” yang artinya
“Saya makan dengan baik” atau “terima kasih”.
Itulah beberapa etika budaya makan orang Korea Selatan. Setiap daerah memiliki cara
makan dan budaya tersendiri yang harus dipahami. Nah, dengan mengetahui hal ini tentu saja akan
sangat membantu bukan? Khususnya bagi kamu yang sedang berencana liburan ke Korea Selatan.
Dengan mengetahui hal ini, kamu tak perlu lagi ragu jika ingin melakukan sesuatu. Intinya,
budaya makan orang Korea sangat menjunjung sopan santun dan semuanya bertujuan untuk
menghargai hidangan yang telah disediakan serta rekan makan.
Banchan, hidangan pendamping yang terdiri dari berbagai macam sayuran dan lauk pauk, merupakan elemen penting dalam budaya kuliner Korea. Hampir setiap hidangan Korea, baik di restoran maupun di rumah tangga, disajikan dengan beberapa jenis banchan. Banchan bukan hanya pelengkap hidangan Korea, tetapi juga bagian penting dari budaya dan tradisi kulinernya. Menyajikan banchan mencerminkan nilai-nilai keramahan, keseimbangan, dan kesehatan dalam penyajian makanan.
Jumlah banchan yang disajikan bervariasi tergantung pada acara dan formalitasnya. Di restoran, biasanya disajikan 5-7 jenis banchan, sedangkan di rumah tangga bisa lebih banyak. Banchan biasanya dibuat dengan bahan-bahan musiman dan lokal, sehingga mencerminkan kekayaan kuliner di berbagai daerah di Korea. Dan terakhir biasanya banchan dapat disimpan di lemari es selama beberapa hari dan dipanaskan kembali sebelum disajikan.
Di Korea, sup rumput laut atau miyeokguk (미역국) bukan sekadar hidangan lezat, tetapi juga memiliki makna simbolis yang kuat, terutama saat perayaan ulang tahun. Menyajikan sup rumput laut saat ulang tahun di Korea bukan hanya tradisi, tetapi juga ungkapan rasa cinta, kasih sayang, dan harapan baik untuk orang yang berulang tahun. Sup ini melambangkan kehidupan panjang, kesehatan, dan kebahagiaan, menjadikannya hidangan spesial yang tak terlupakan dalam perayaan ulang tahun di Korea.
Kebiasaan dan budaya makan orang Korea Selatan sangatlah kaya dan beragam, mencerminkan nilai-nilai tradisional dan modern. Makanan Korea terkenal dengan penggunaan banyak bahan baku segar, fermentasi, dan keanekaragaman rasa. Makanan pokoknya adalah nasi, yang sering disajikan bersama dengan lauk seperti kimchi (sayuran fermentasi), bulgogi (daging panggang), dan banchan (hidangan pendamping). Budaya makan Korea Selatan juga mencakup aspek sosial yang kuat, di mana makanan sering menjadi cara untuk mengikat hubungan sosial, seperti dalam tradisi makan bersama keluarga dan teman-teman, serta dalam acara-acara sosial dan ritual budaya. Rasakan pula sensasi makan ala Korea Selatan dengan alat makan dari Golden Dragon Houseware yang berkualitas tinggi seperti stones series andalan kami.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®