Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Merintis bisnis All You Can Eat atau AYCE bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dengan baik dan teliti. Salah satunya terkait dengan penyimpanan bahan makanan utamanya daging.
Penyimpanan bahan makanan terutama daging sangat penting untuk restoran AYCE. Alasannya karena daging mentah membawa banyak kuman yang mudah berpindah, oleh sebab itu dibutuhkan teknik penyimpanan yang tepat untuk mencegah kontaminasi silang dengan makanan lain.
Menerapkan teknik penyimpanan All You Can Eat daging juga penting karena restoran AYCE membutuhkan banyak bahan baku segar agar bisa terhindar dari kerugian. Teknik penyimpanan daging yang tepat juga mampu memperpanjang masa simpan daging, mencegah tumbuhnya bakteri, menjaga kualitas dan kesegaran daging serta menjamin keamanan pangan.
Daging mentah membawa virus dan bakteri yang bisa mengontaminasi makanan dan peralatan memasak sehingga menyebabkan seseorang sakit. Penyimpanan daging yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah tumbuhnya bakteri atau virus pada daging. Daging yang disimpan dengan cara yang tidak tepat menjadi kurang segar dan lebih cepat busuk. Jika sudah seperti ini daging tidak bisa lagi digunakan karena tak hanya mempengaruhi kualitas gizi namun dikhawatirkan bisa menyebabkan keracunan dan kerugian bagi pihak restoran.
Lantas bagaimana teknik yang tepat menyimpan daging untuk restoran All You Can Eat? Mari simak ulasannya dibawah ini!
Menyimpan daging untuk memperpanjang masa simpan tanpa mengubah susunan kimiawinya bisa dilakukan dengan cara membekukannya dalam lemari pendingin. Namun harus dipastikan jika suhu daging berada dibawah titik beku air yakni 0 derajat celcius. Baca Juga: Cara Menyimpan Daging Ayam di Kulkas Awet 3-9 Bulan
Selain itu ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan ketika membekukan daging yaitu:
Teknik penyimpanan makanan ini juga berlaku untuk penyimpanan bahan makanan daging di restoran All You Can Eat. Baca Juga: Buka Bisnis Restoran All You Can Eat Untung Ga Ya?
FIFO (First In, First Out) artinya daging yang masuk lebih awal akan digunakan terlebih dulu. FIFO biasanya digunakan untuk bahan makanan dengan masa berlaku yang panjang. Penerapan FIFO mampu mencegah pertumbuhan jamur pada bahan makanan karena adanya rotasi yang konstan. Selain itu FIFO juga membuat Anda bisa lebih mudah memantau waktu penyimpanan, menjaga kesegaran serta meningkatkan keamanan makanan.
Selain FIFO, metode FEFO (First Expired, First Out) juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesegaran bahan makanan. Jika FIFO fokus pada urutan barang yang masuk, maka FEFO fokus pada masa expired suatu bahan makanan. Artinya bahan baku dengan tanggal kadaluarsa paling dekat akan diolah terlebih dulu. Metode ini mencegah bahan baku terbuang sia-sia karena lewat dari tanggal kadaluarsa.
Teknik penyimpanan di restoran All You Can Eat daging selanjutnya adalah tentang proses mencairkan bahan baku.
Teknik pembekuan adalah teknik terbaik untuk menyimpan bahan baku. Teknik ini digunakan untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran daging, namun setelah keluar dari lemari pendingin daging tidak bisa langsung diolah. Daging harus melewati proses thawing terlebih untuk mencegah dripping, menjaga serat dan tekstur daging tidak rusak, serta menjaga kualitas dan cita rasanya.
Teknik thawing bisa dilakukan dalam beberapa cara yaitu dengan memindahkan daging beku ke dalam chiller (membutuhkan waktu ½ hari), merendam dalam air (membutuhkan waktu 20-60 menit), menggunakan microwave.
Ketika menyimpan All You Can Eat daging yang masih segar, usahakan untuk memisahkan daging berdasarkan dari jenis dan penggunaanya.
Potonglah daging sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, buanglah bagian yang rusak serta lemak yang berlebih. Setelah itu pastikan daging dalam keadaan kering dan bersih sebelum disimpan. Pisah dan bagi daging untuk memudahkan pengambilan daging di kemudian hari.
Restoran AYCE membutuhkan cold chain logistics untuk mengatur penyimpanan serta pengiriman produk yang sensitif terhadap suhu seperti daging. Transportasi pengiriman ini umumnya dilengkapi dengan teknologi pendingin khusus yang mampu menjaga bahan baku yang dikirim agar tidak mudah rusak.
Selain menerapkan teknik penyimpanan daging diatas, penting juga bagi Anda yang ingin membuka restoran All You Can Eat untuk menjaga kebersihan dan keamanan penyimpanan daging. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
Menyimpan daging dalam lemari pendingin tak hanya memperpanjang masa simpan namun juga menjaga kualitas. Oleh sebab itu jangan sembarangan dalam memilih lemari pendingin. Pilihlah yang memang benar-benar berkualitas dan awet. Mengingat fungsinya jangka panjang, maka kesampingkanlah harga ketika memilihnya.
Ketika meletakkan daging mentah, gunakanlah peralatan khusus. Hindari mencampurnya dengan bahan makanan lain karena bakteri atau virus yang berada pada daging mentah sangat mudah berpindah dan mengontaminasi makanan atau peralatan memasak. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan nampan dan piring saji khusus dari Golden Dragon Houseware.
Golden Dragon Houseware memiliki nampan dan piring yang terbuat dari melamin berkualitas yang awet, tahan lama dan mudah dibersihkan. Desain dan bentuknya juga beragam bisa disesuaikan dengan kebutuhan restoran.
Sama halnya dengan penggunaan nampan dan piring, jika digunakan untuk daging, pilihlah rak atau tempat khusus. Tujuannya untuk menjaga agar daging mentah tidak mengontaminasi bahan makanan lain yang bisa menyebabkan keracunan.
Sanitasi merupakan cara untuk menjaga kesehatan serta kebersihan bahan makanan. Sanitasi juga menjadi cara tepat untuk mencegah penyebaran kuman.
Untuk daging, ada beberapa cara sanitasi yang tepat untuk menjaga kualitasnya yaitu:
Di area penyimpanan pastikan untuk selalu menjaga kebersihan untuk menghindari kontaminasi silang dengan berbagai bahan makanan lainnya. Dalam hal ini Anda harus selalu mencuci tangan dengan air dan sabun baik sebelum atau setelah menangani daging.
Daging mudah busuk dan teksturnya mudah rusak. Oleh sebab itu hindari menyimpannya All You Can Eat daging secara sembarangan. Dan setelah disimpan menggunakan teknik diatas, jangan lupa untuk melakukan inspeksi secara berkala untuk memastikan jika kualitas daging masih baik.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®