Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Siapa yang tak kenal sushi. Makanan khas Jepang ini kini bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia. Rasanya yang unik dan segar membuat sajian ini wajib untuk dicoba. Namun tahukah Anda bahwa memakan sushi itu ternyata ada etika dan tata caranya? Bagi Anda yang ingin menikmati sushi dengan cara ala-ala Jepang, yuk baca etika dan cara makan sushi di bawah ini:
Baca Juga: Cara Membuat Bento tanpa Cetakan dengan Hasil Memuaskan
Ketika memutuskan untuk mencoba menikmati makanan khas suatu daerah, usahakan menikmatinya dengan cara yang tepat. Hal ini juga berlaku untuk sushi.
Di Indonesia ketika memesan sushi pengunjung akan diberikan sumpit beserta kondimen pelengkap seperti gari, acar jahe, jahe dan kecap asin. Nah, lantas bagaimana cara makan sushi yang tepat sesuai dengan budaya Jepang sesuai dengan etika dan kebiasaan di Jepang?
Menikmati sushi lebih sering menggunakan tangan daripada sumpit. Hal ini sudah jadi kebiasaan sejak abad ke-19 yang mana menggunakan tangan dianggap lebih praktis. Namun kini seiring perkembangan zaman, menikmati sushi menggunakan sumpit sudah menjadi salah satu hal yang lazim.
Ketika mengonsumsi sushi, hal yang perlu diperhatikan adalah tidak memberantakannya ketika mencelupkannya ke kecap asin. Tekstur nasi sushi umumnya berubah menjadi fluffy ketika dicelupkan ke kecap asin sehingga mudah pecah. Tak hanya itu, nasi yang dicelupkan kedalam kecap asin akan menyerap cukup banyak kecap sehingga rasanya jadi berlebihan.
Jadi bagaimana mengonsumsinya? Ketika mengonsumsi sushi seperti nigiri sushi, sebaiknya balik terlebih dulu dan celupkan bagian ikan atau toppingnya. Agar lebih mudah, disarankan makan menggunakan tangan.
Setiap jenis sushi bisa saja memiliki cara makan yang berbeda. Gunkan maki merupakan jenis sushi yang dibungkus dengan rumput laut dengan bentuknya yang melingkar. Untuk memakan gunkan Anda menuangkan kecap asin di atasnya dan bisa dinikmati menggunakan sumpit atau tangan.
Ketika makan sushi disarankan mengonsumsinya dalam sekali hap dengan posisi topping diletakkan di atas lidah. Cara makan ini dipercaya menjadikan sushi bisa lebih nikmat.
Membagi makanan memang hal yang baik, namun ketika makan sushi dilarang untuk mengopernya dari sumpit ke sumpit. Hal ini dianggap kurang sopan. Jika ingin berbagi Anda harus menyiapkan piring kecil dan menyalurkan sushi lewat piring kecil tersebut.
Selain itu hindari menempatkan sumpit hingga menyembul keluar dari mangkuk dan letakkan sumpit secara mendatar di atas mangkuk atau letakkan pada sandaran sumpit
Jika Anda ingin mengapresiasi sebuah hidangan atas kenikmatannya, hindari memberikan tips. Cukup bungkukan badan sebagai tanda ucapan terimakasih. Perlu diketahui, memberi tips merupakan tindakan yang kurang sopan di Jepang.
Ketika menyantap sushi, Anda akan diberikan banyak kodimen seperti wasabi, jahe dan kecap asin. Jangan asal mencampurnya atau asal menggunakannya. Wasabi disini bisa digunakan untuk topping, kecap asin sebagai celupan sedangkan jahe sebagai selingan untuk membersihkan lidah. Jadi jahe disini bukan untuk topping. Selain itu hindari mencampur wasabi ke dalam kecap karena mencampur wasabi ke dalam kecap dianggap menghina sang juru masak.
Jika makan di kaitenzushi, piring bisa diambil bebas namun jangan pernah dikembalikan lagi. Namun jika terdapat juru masak yang ada di depan, Anda bisa langsung memesan pada juru masak tersebut.
Setiap jenis makanan memiliki minuman pendamping yang berbeda. Begitupula dengan sushi. Ada beberapa minuman pendamping sushi yang bisa Anda pilih yaitu:
Minuman pendamping pertama adalah genmaicha atau teh hijau panas. Genmaicha terbuat dari teh hijau yang dikombinasikan dengan beras coklat yang telah disangrai.
Karena ada beberapa jenis sake, maka untuk memilih mana yang cocok dengan sushi yang Anda pesan, bicarakan dengan pramusaji. Biasanya sake kering akan menjadi pilihan tepat ketika musim dingin, sedangkan sake dingin yang tak terlalu kering cocok disajikan ketika musim panas.
Selain sake, minuman lainnya yang sejenis yaitu draft beer, anggur putih, sparkling wine serta sampanye.
Menurut Executive Chef Sushi Tei Indonesia, Chef Aida San, minuman yang cocok untuk lidah orang Indonesia ketika menyantap sushi adalah teh ocha. Minuman ini lebih familiar bagi lidah orang Indonesia dan juga mampu menetralisir rasa pedas dari wasabi.
1. Sushi yang berkualitas tak hanya dilihat dari kualitas bahan yang digunakan namun dari kemampuan sang juru masak pula. Ada beberapa tips atau cara mengetahui sushi yang Anda nikmati itu berkualitas.
2. Sushi yang berkualitas tentu dilihat dari kesegaranya. Sushi yang segar memiliki bau udara laut yang khas. Jadi jika sushi yang hendak Anda konsumsi mengeluarkan bau asam, tidak enak dan sangat kuat, artinya sushi tersebut sudah tidak segar.
3. Penampilan sangat penting untuk menilai kualitas. Perhatikan warna dan teksturnya. Jika nampak ada yang kering, kusam, atau berubah warna maka kualitasnya tentu saja sudah menurun.
4. Kualitas sushi juga dinilai dari kemampuan sang juru masak, Anda bisa melihat dari nasinya. Keseimbangan antara gula dan cuka serta kepadatan nasi menjadi beberapa hal penting yang jadi pertimbangan. Selain itu cara untuk mengombinasikan detail rinci menjadi tanda bahwa Anda menikmati sushi yang dibuat oleh sang master.
Tertarik ingin memiliki warung sushi sendiri? Anda bisa mulai dengan menyiapkan peralatan makan seperti piring. Agar nampak lebih cantik dan elegan, Anda bisa menempatkan logo perusahaan piring sushi milik Anda. Pesan custom order piring Golden Dragon Melamine Horeka Series (Ceramic Style) dengan logo usaha Anda sekarang!
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®