Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Makan dan minum bukan sekadar kebutuhan. Saat ini, aktivitas makan juga menjadi bagian dari kebiasaan sosial yang perlu dilakukan dengan etika yang baik. Mereka yang berkumpul dalam acara makan malam misalnya, tentu harus memperhatikan tata cara makan yang lebih umum disebut table manner.
Suasana makan malam dapat menjadi tidak nyaman apabila salah satu tamu tidak memiliki table manner yang baik. Hal ini tentu memalukan diri mereka sendiri. Tentu Anda tidak ingin mempermalukan diri sendiri karena tidak memahami table manner yang baik. Implementasi table manner yang benar adalah dengan memahami tata cara makan sembari memperhatikan dengan siapa kita sedang duduk bersama.
Table manner merupakan serangkaian aturan etiket yang digunakan saat sedang makan. Dalam konteks acara formal, table manner sering disebut sebagai etika makan resmi yang mencerminkan sikap, sopan santun, serta profesionalisme seseorang saat berada di meja makan. Etiket ini termasuk penggunaan alat makan. Table manner berbeda di setiap negara meski ada beberapa aturan umum yang berlaku secara universal. Namun, pengaplikasiannya tentu sangat penting, terutama saat sajian makan resmi. Pada dasarnya, siapapun dapat dengan mudah mempelajari table manner. Pasalnya, hal ini dapat diajarkan sejak kecil. Kebiasaan yang baik dapat memberikan kesan yang baik. Kebiasaan makan secara sopan juga tidak merugikan, bukan? Meskipun Anda mungkin tidak sedang berada di sajian makan resmi, tata cara makan saat bersama dengan teman juga akan meninggalkan kesan tersendiri.
Banyak orang tidak nyaman saat makan karena mereka tidak tahu tentang table manner. Fungsi utama dari table manner adalah memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang ada di sajian makan tersebut. Selain itu, penerapan table manner yang baik juga membantu membangun citra diri yang positif, terutama dalam acara bisnis, jamuan resmi, dan pertemuan profesional. Mereka yang tidak memperhatikan table manner tentunya akan dipandang sebagai sosok yang tidak punya tata krama. Tidak sedikit tamu mencibir seseorang yang tidak mengetahui cara menggunakan garpu dan sendok. Mereka akan menganggap bahwa sosok tersebut pastilah orang udik yang tidak pernah hadir di sajian makan resmi. Karena itulah, bagi para orang tua tentunya harus mengajarkan etika makan yang benar sejak awal. Memang, table manner dapat dipelajari secara instan, tetapi cara ini tidak selalu efektif jika tidak dibiasakan sejak awal. Terkadang, kita mendapat undangan mendadak dan kita belum menguasai table manner dengan benar. Karena itulah, penting untuk mempelajari table manner sejak kecil ataupun sekarang juga.
Anda pasti tahu betapa menyebalkannya duduk di sebelah orang yang sangat kasar dengan cara makan. Seperti sup yang tumpah-tumpah di atas meja, di mana sup itu terpercik ke pakaian Anda, misalnya. Atau seseorang tersebut mengeluarkan suara aneh saat mengunyah atau bahkan bersendawa atau berbicara dengan sangat keras. Dapat dipastikan yang bersangkutan tidak mengenal etika table manner. Tentunya jangan sampai Anda yang melakukan ini. Pastinya, orang yang tidak mengenal table manner akan jadi bahan gunjingan pasca acara.
Ketahui etika table manner pertama yang harus diperhatikan adalah dengan tidak datang terlambat, terutama jika Anda adalah tuan rumahnya dan Anda belum siap menyambut tamu. Apabila Anda sebagai tamu, Anda juga harus tepat waktu. Saat Anda datang, biarkan tuan rumah memandu Anda dan mengatur di mana Anda duduk.
Setelah Anda duduk, pertahankan postur tubuh lurus tanpa bersandar ke depan atau ke belakang. Jangan terlalu membungkuk atau bersandar pada kursi. Duduk dengan tegak terlihat lebih elegan. Selain tubuh tidak cepat lelah, makanan akan dicerna dengan lebih baik.
Etika table manner juga terkait dengan etika berbicara. Memang, waktu berbicara tidak terlalu banyak. Namun, tidak mungkin juga Anda hanya berdiam diri. Yang penting, jangan sampai lupa mengucapkan: tolong, terima kasih, dan maaf untuk tidak membuat siapapun tersinggung.
Apabila perlu berbasa-basi, berbicaralah kepada tamu di kedua sisi. Hindari berbisik dan tertawa hanya dengan orang yang duduk di salah satu sisi Anda. Tindakan ini membuat orang lain merasa tidak nyaman dan menciptakan lingkungan yang sangat tidak bersahabat.
Yang tak kalah penting adalah mematikan ponsel atau melakukan setelan SILENT. Makan sambil menelepon atau bahkan mengetik pesan WhatsApp, terlebih melihat-lihat story WA sangatlah tidak sopan. Apabila ada panggilan mendesak, Anda dapat meminta izin kepada tamu undangan di sekitar Anda untuk meninggalkan meja sejenak.
Apabila Anda membutuhkan garam, atau merica yang tidak terjangkau. Anda dapat meminta tolong tamu yang duduk dekat benda yang Anda butuhkan. Hal yang sama juga dapat Anda lakukan. Berikan item dengan hati-hati namun segera. Jangan sampai Anda mengambil sendiri item yang dibutuhkan, karena tangan Anda bisa menyenggol mangkok sup atau bahkan menjatuhkan segelas air.
Makanlah perlahan dan jangan lupa letakkan serbet dengan anggun di pangkuan. Selain itu, gunakan peralatan makan terluar terlebih dahulu, atau sesuai alat makan yang disediakan tuan rumah. Jangan mulai makan saat tamu belum datang semua.
Suara saat mengunyah makanan juga tidak dibenarkan, terlebih berbicara dengan mulut penuh.
Meskipun ada beberapa makanan di meja makan yang tidak Anda sukai, bersikaplah sopan dan ambillah porsi kecil dan tetap memakannya. Menghabiskan semua makanan yang tersaji di piring adalah kebiasaan yang baik, tetapi menyisakan sedikit makanan mungkin masih dapat diterima. Pastikan setidaknya Anda menghabiskan lebih dari setengah piring.
Selain beberapa etika di atas, ada hal lain juga yang harus diperhatikan, seperti tidak meletakkan siku di atas meja dan makan terlalu cepat, memahami dengan baik bagaimana dan kapan menggunakan alat makan (garpu, pisau, dan sendok), saat minum letakkan sendok dan pisau di piring, pastikan memotong makanan menjadi beberapa bagian saat saat makan, serta ketika Anda menikmati sup upayakan untuk tidak bersuara saat menyeruput. Kebiasaan mayoritas masyarakat saat ini adalah menggunakan ponsel saat makan. Mengirim pesan WA atau menelepon saat makan sangat tidak sopan. Tentu kebiasaan tersebut tidak tepat jika dilihat dari sisi table manner. Jika hal tersebut terjadi, Anda dapat mengajukan permisi dengan sopan apabila dan urusan bisnis mendesak di ruangan lain.
Baca Juga: Budaya Makan Orang Korea yang Wajib Kamu Tahu
Dalam table manner, sajian yang dapat dinikmati secara berurutan adalah appetizer atau makanan pembuka, main course atau makanan utama, dan dessert atau makanan penutup. Salah satu appetizer paling umum yang disajikan di Indonesia adalah salad buah atau sayur. Sedangkan untuk main course tentunya makanan utama yang sering tersaji di berbagai pesta. Di Indonesia, main course yang biasa disajikan adalah berbagai jenis seafood, ayam fillet, dan bermacam bahan hewani lainnya. Sementara itu, dessert adalah makanan penutup seperti puding, kue coklat dan buah.
Baca Juga: Selain Oliebollen, Ini 7 Kue Khas Belanda yang Punya Rasa Menarik
Lantas, bagaimana cara untuk menyantap makanan yang benar sesuai table manner?
Berikut ulasannya:
1. Duduk tegak dan jangan membungkuk saat makan. Ambil serbet dan tempatkan di pangkuan Anda. Gunakan alat makan dari yang terluar dengan garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan.
2. Perhatikan cara memegang garpu dan pisau yang berbeda dengan cara memegang sendok. Pegang dengan kuat sehingga makanan bisa langsung teriris. Iris makanan dengan ukuran cukup kecil sehingga mulut tidak terbuka terlalu lebar.
3. Saat harus menggunakan sendok makan untuk menu tertentu, jangan mengisi sendok makan sampai penuh sebelum menyuapkan makanan ke mulut. Arahkan sendok ke mulut Anda, bukan sebaliknya. Sendok diperlukan saat makanan yang dipotong terlalu kecil dan sulit ditusuk pakai garpu. Sendok dapat menggantikan pisau jika Anda tidak terbiasa, tetapi garpu tetap harus digunakan.
4. Hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan adalah jangan memiringkan mangkuk sup untuk menyendokkan tetes terakhir. Perlu diingat pula untuk tidak mengisi piring penuh dengan makanan. Jika Anda harus berbicara, telan dulu makanan yang ada di mulut.
5. Setelah makan, jangan meletakkan pisau dan garpu bekas di atas meja. Ingat, selalu ada pergantian menu, dari starter ke makanan utama hingga makanan penutup. Pelayan akan menyingkirkannya jadi Anda tidak perlu menggunakan piring tersebut. Saat Anda hendak ke tempat cuci tangan atau ke kamar mandi, Anda dapat menaruh serbet makan di kursi, bukan di meja dalam keadaan terbuka saja, tidak perlu dilipat.
Pada dasarnya, alat makan yang digunakan hampir sama dengan sajian makan pada umumnya. Bedanya adalah penyusunan serta ragam peralatan makan sesuai yang disajikan. Alat makan untuk starter, makanan utama, dan makanan penutup pastinya berbeda. Pemahaman terhadap peralatan table manner membantu tamu menggunakan alat makan dengan tepat sesuai urutan hidangan yang disajikan. Piring makan untuk menu makanan utama adalah piring dengan ukuran terbesar. Piring yang lebih kecil digunakan untuk makanan pembuka dan makanan penutup. Sedangkan mangkok disediakan untuk sup atau makanan berkuah lainnya. Sajian makan malam resmi pasti menggunakan pisau dan garpu sebagai alat makan utama. Namun, semakin banyak hidangan yang tersedia, alat makan yang tersedia juga makin variatif. Garpu untuk makanan utama tentu berbeda dengan garpu untuk salad. Bahkan, banyak orang bingung mengapa sendok bukan menjadi alat makan utama.
Aturan pertama yang harus dimulai untuk menyusun alat makan adalah penempatan peralatan sesuai urutan penggunaan, yaitu dari luar ke dalam. Aturan kedua adalah garpu diletakkan di sebelah kiri piring dan pisau serta sendok di sebelah kanan. Pengaturan di atas meja hanya dengan peralatan yang akan digunakan. Semisal tidak ada hidangan sup, maka
sendok sup tidak perlu ada di meja makan. Jangan khawatir jika Anda tidak memiliki semua alat makan yang ada di pesta perkawinan mewah. Garpu salad dapat berfungsi ganda sebagai garpu pencuci mulut dessert. Sedangkan garpu untuk menu utama adalah garpu yang umum dimiliki. Semua peralatan diletakkan di atas serbet. Serbet diletakkan di sebelah kiri pengaturan
dengan garpu dan pisau, di mana pisau menghadap garpu. Pisau diletakkan di sebelah kanan piring dan garpu di sebelah kiri di dekat serbet. Jika ada sendok, letakkan di sebelah kanan pisau. Gelas air diletakkan di depan pisau atau beberapa sentimeter di sebelah kanan pisau.
Selain mengetahui posisi alat makan seperti di atas, terdapat juga berbagai makna posisi alat makan yang perlu kamu ketahui supaya kamu tidak melakukan kesalahan dan menimbulkan kesalahpahaman.
Sebelum memulai kegiatan makan, biasanya sendok dan garpu berada di sisi piring yang tersedia, dengan sendok/pisau berada di kanan dan garpu berada di sebelah kiri piring. Hal ini menunjukkan bahwa kamu siap untuk memakan hidangan yang akan disediakan.
Saat kamu tengah menikmati hidangan dan belum selesai makan, tetapi ingin berhenti sejenak, kamu bisa meletakkan sendok/pisau di sebelah kanan dan garpu di sebelah kiri dengan membentuk segitiga, yang menandakan bahwa kamu sedang berhenti makan untuk sementara.
Di dalam table manner, terdapat tiga urutan menu makanan, yaitu makanan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), serta makanan penutup (dessert). Jika kamu sudah menyelesaikan satu urutan tersebut dan siap melanjutkan ke urutan menu berikutnya, letakkan sendok secara vertikal di atas piring, kemudian letakkan garpu secara horizontal di atas sendok sehingga membentuk tanda tambah.
Ternyata kamu juga bisa, loh, untuk diam-diam menyatakan bahwa kamu kurang menyukai hidangan yang disediakan. Caranya adalah dengan memposisikan sendok di posisi bawah dan tumpuk garpu di atasnya sehingga membentuk tanda silang.
Sebaliknya, jika kamu merasa puas dengan makanan yang disajikan, kamu bisa memberi "kode" dengan cara meletakkan sendok dan garpu secara horizontal, dengan garpu berada di bagian atas.
Gak cuma memberikan "kode" bahwa kamu menyukai atau gak menyukai makanan yang disajikan, kamu bahkan bisa mengisyaratkan bahwa kamu merasa senang dengan pelayanan yang kamu dapatkan dan berencana untuk kembali lagi pada kesempatan berikutnya. Kamu cukup memposisikan garpu ke arah bawah atau terbalik tepat di atas piring. Gampang, bukan?
Nah, lain halnya jika kamu kurang menyukai pelayanan yang diberikan, kamu bisa memasukkan sendok ke dalam garpu, dengan sendok berada di kanan dan garpu berada di kiri, kemudian letakkan keduanya di atas piring. Voila, mereka akan langsung tahu kalau terdapat pengunjung yang kurang puas dengan pelayanan mereka.
Tibalah kita di penghujung, di mana kamu bisa mengisyaratkan bahwa kamu sudah selesai makan, yakni dengan cara meletakkan sendok atau pisau di sebelah kanan dan garpu di sebelah kirinya secara sejajar.
Serbet yang untuk di pangkuan tetap saja di pangkuan, bukan untuk mengelap mulut seperti layaknya fungsi tisu. Serbet yang di pangkuan tidak perlu dilipat. Apabila Anda meninggalkan kursi untuk sementara, letakkan serbet di kursi dan bukan di meja. Saat Anda kembali ke meja, kembalikan serbet ke pangkuan. Setelah selesai makan, tempatkan di samping kiri piring tanpa harus dilipat untuk menandakan bahwa Anda sudah selesai makan. Namun, berbeda jika Anda duduk bersama orang lain di satu meja seperti padanpesta pernikahan misalnya, di mana serbet tetap harus diletakkan di kursi. Serbet ditaruh di sebelah kiri garpu. Apabila ada tiga garpu pada meja makan, maka serbet diletakkan di atas piring. Penataan serbet juga sangat bervariasi, sesuai dengan level
formal sajian makan.
Setelah Anda menyelesaikan makan malam Anda, tinggalkan kursi meja makan di tempat semula, namun dengan tidak menimbulkan bunyi pada kursi. Jangan lupa berterima kasih kepada tuan rumah karena hidangan makan malam yang mereka sediakan. Hal ini adalah suatu keharusan sebelum meninggalkan pesta.Dalam jamuan resmi atau acara korporat, etika di akhir makan malam juga mencerminkan profesionalisme serta penghargaan terhadap tuan rumah.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®