Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Sedang mencari camilan enak untuk teman ngopi atau ngeteh? Pisang goreng madu Bu Nanik bisa jadi pilihan tepat. Rasanya yang manis, legit, dan unik disukai anak-anak hingga orang dewasa. Camilan ini juga pas disajikan saat bersantai bersama keluarga.
Pisang goreng madu Bu Nanik berasal dari kawasan Petamburan, Jakarta, dan mulai Pisang goreng madu Bu Nanik adalah camilan legendaris dari Jakarta Barat. Rasanya yang khas membuatnya digemari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Justru tampilannya yang gosong karena karamelisasi madu menjadikannya semakin unik dan dicari banyak orang.
Lalu, bagaimana awal mula pisang goreng madu Bu Nanik bisa terkenal hingga ke seluruh Jabodetabek? Yuk, simak ceritanya berikut ini.
Baca Juga: Cara Membuat Kastengel yang Enak dan Lembut
Pisang goreng madu Bu Nanik hadir sejak 2007 di kawasan Petamburan, Jakarta. Meski tampilannya hitam gosong, camilan ini justru digemari banyak pelanggan. Namun perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus, karena pada awalnya warna hitam tersebut dianggap gosong dan sempat menuai cibiran.
Lantas bagaimana cerita pisang goreng bu Nanik ini bisa menjadi salah satu kuliner andalan di kawasan Jabodetabek? Berikut cerita singkatnya:
Pemilik usaha ini adalah Nanik Soelistiowati. Awalnya, ia menjalankan bisnis catering sejak 1994, melayani order paket makan siang untuk hotel dengan jumlah besar, sekitar 1.200–2.000 porsi per hari. Dari bisnis catering inilah ide pisang goreng madu muncul secara tidak sengaja.
Dalam paket catering, biasanya disertakan buah seperti kelengkeng, nanas, dan pisang. Karena kualitas pisang sering kurang bagus, banyak yang terbuang. Sayang melihatnya, Bu Nanik mengolah pisang itu menjadi gorengan dengan tepung dan garam. Namun, sang ibu yang mengidap diabetes menyarankan agar tidak menggunakan gula. Ketika disajikan tanpa gula, rasanya hambar. Dari situlah Bu Nanik akhirnya mencoba menambahkan madu sebagai pengganti gula.
Awalnya, pisang goreng madu hanya dinikmati keluarga. Karena rasanya enak, Bu Nanik mulai menyajikannya dalam paket catering untuk karyawan hotel. Namun menjualnya tidak mudah, sebab tampilannya yang hitam sering dianggap tidak menarik.
Suatu ketika, saat menyajikan sampel pada tamu hotel, Bu Nanik sempat dimarahi karena pisangnya terlihat gosong. Ia pun menjelaskan bahwa warna hitam tersebut bukan gosong, melainkan hasil karamelisasi dari madu.
Tak lama kemudian, seorang karyawan hotel meminta pesanan untuk acara pengajian karena istrinya menyukai pisang goreng madu itu. Awalnya Bu Nanik menolak karena hanya untuk catering, namun permintaan terus datang hingga akhirnya ia mulai menerima pesanan.
Seiring waktu, pesanan pisang goreng madu semakin banyak berkat promosi mulut ke mulut. Bu Nanik juga membagikan selebaran di berbagai tempat, hingga menaruh brosur di wiper mobil di masjid dan gereja. Ia bahkan menjual langsung di depan rumahnya.
Diawal kemunculannya, pisang goreng madu bu Nanik terbilang kurang laku. Namun beliau tak putus semangat. Bu Nanik tetap telaten dan tekun dalam menjual produk pisang goreng madu miliknya. Di tahun 2009 beliau mengikuti bazar yang diselenggarakan di beberapa lokasi dan hasilnya pada tahun 2010 banyak masyarakat yang kemudian mengenal pisang goreng ini. Akhirnya, pada tahun 2014, bu Nanik menghentikan bisnis cateringnya dan memutuskan untuk mengembangkan usaha pisang goreng madu.
Bu Nanik memutuskan hal ini karena berkaca dari orang-orang yang telah mencicipinya. Banyak orang yang awalnya berkata bahwa dirinya kenyang, tapi ketika mencoba memakan pisang goreng ini, langsung habis dua buah. Dari sinilah bu Nanik yakin jika usahanya akan sukses.
Jika dulu bu Nanik kesulitan menjual pisang gorengnya, saat ini setiap hari hampir 5 peti atau berton ton pisang raja habis dalam sehari. Tak hanya dijual secara offline, bu Nanik kini juga melayani pembelian secara online untuk para pelanggannya yang jauh dari kawasan Jabodetabek.
Pisang goreng madu Bu Nanik beralamatkan di jalan Tanjung Duren Raya Nomor 67 Jakarta Barat. Warung pisang goreng ini buka setiap pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore setiap hari. Nah karena setiap hari warung pisang goreng ini selalu ramai pembeli, baiknya belilah di awal jam buka agar tidak kehabisan stok.
Bahan utama pisang goreng madu bu Nanik adalah pisang raja. Namun bukan sembarang pisang yang dipilihnya. Bu Nanik memilih pisang raja yang melalui proses pematangan alami dan tanpa bahan kimia buatan. Selain itu minyak yang digunakan untuk menggoreng juga baru setiap harinya. Oleh sebab itu dijamin proses pembuatan pisang goreng madu aman untuk kesehatan dan higienis.
Dalam satu kota pisang goreng madu berisi 10 buah pisang madu yang bewarna gosong. Nah, dengan jumlah ini tentu sudah bisa dinikmati satu keluarga karena 1 buah pisangnya cukup besar. Agar rasanya bisa lebih nikmat dan otentik, kamu bisa menghangatkanya sebentar.
Dari cerita di atas, jelas bahwa pisang goreng madu Bu Nanik memang layak jadi primadona. Lalu, bagaimana kalau kamu tidak tinggal di Jakarta? Tenang, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah! Resepnya tidak serumit yang dibayangkan karena bahan-bahannya mudah didapat dan cara memasaknya pun sederhana.
Berikut resep lengkapnya:
Bahan adonan pisang
1 sisir pisang raja matang yang sudah dipotong bulat kecil-kecil
50 gram tepung beras
150 gram tepung terigu sederhana
1 sendok makan margarin yang telah dicairkan
3 sendok makan gula
30 ml santan kental
200 ml air
Bahan pencelup
4 sendok makan madu
90 ml air
1. Siapkan wadah lalu masukkan tepung beras dan tepung terigu.
2. Tuang air kedalam wadah perlahan sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
3. Masukkan santan. Aduk hingga rata.
4. Masukkan pisang raja yang sudah dipotong dalam adonan tepung.
5. Cetak adonan dengan centong sayur dan masukkan dalam wajan berisi minyak panas. Diamkan sebentar hingga terlepas.
6. Masak hingga pisang berubah warna menjadi kuning keemasan. Setelah itu balik ke sisi yang lain dan masak hingga matang. Selanjutnya angkat lalu tiriskan.
7. Setelah sedikit dingin, celupkan pisang dalam adonan madu lalu goreng kembali sebentar saja hingga warnanya berubah menghitam. Sebagai tambahan, warna pisang goreng akan sedikit menghitam karena proses karamelisasi madu, gula dan pisang.
8. Angkat lalu sajikan ketika masih hangat.
9. Kamu bisa menambahkan madu sebagai toping untuk menguatkan rasa madu. Atau kamu juga bisa menambahkan topping lain sesuai selera. Selain resep asli dari Bu Nanik, kamu juga bisa berkreasi dengan berbagai topping seperti keju, cokelat, atau kacang sesuai selera keluarga.
Salah satu hal yang membuat kita malas menggoreng pisang sendiri karena hasil gorengan yang kurang renyah sehingga terasa kurang nikmat. Oleh karena itulah kadang kita memilih untuk membeli daripada membuatnya sendiri.
Namun jika kamu sudah tahu rahasianya, sebenarnya membuat pisang goreng yang kriuk tentu adalah hal yang mudah. Yuks, intip rahasia pisang goreng renyah dan nikmat di bawah ini!
Salah satu hal yang membuat pisang goreng bu Nanik memiliki rasa yang renyah dan nikmat yakni dari pemilihan jenis pisang yang hendak digunakan. Meskipun pada dasarnya semua jenis pisang bisa digoreng yang penting matang dan teksturnya tak begitu lembek, secara khusus Bu Nanik biasanya menggunakan pisang raja. Jenis pisang ini rasanya yang memang terkenal lezat dan nikmat, apalagi ketika digoreng.
Namun sebagai alternatif lain, kamu juga bisa menggunakan pisang tanduk. Tekstur pisang ini cenderung tidak mudah benyek ketika digoreng dan memiliki rasa yang renyah.
Jika diperhatikan dari resep di atas, sebenarnya adonan antara pisang goreng madu dengan pisang goreng biasa tidak terlalu banyak perbedaan. Namun jika kamu menginginkan gorengan yang lebih renyah dan kriuk, kamu bisa menambahkan tepung maizena kedalam adonan. Jenis tepung ini tak hanya bermanfaat sebagai pengental, tapi juga mampu membuat gorengan lebih garing dan lebih renyah.
Madu ataupun gula yang tercampur dalam adonan sangat mudah membuat pisang berubah warna. Jadi jangan heran. Jika biasanya kamu menggoreng pisang dengan warna kuning keemasan yang cantik, maka jangan heran jika kamu akan mendapati warna hitam gosong.
Namun warna hitam gosong ini juga bisa berubah menjadi cantik jika kamu menggoreng dengan cara yang tepat. Gunakan api kecil dengan wajan berisi minyak penuh sehingga adonan bisa tercelup sempurna kedalam minyak.
Selain itu jangan terlalu banyak membolak balik gorengan. Tunggulah satu sisi matang lalu barulah balik kesisi yang lain.
Salah satu hal yang membuat pisang goreng madu Bu Nanik renyah adalah karena potongan pisangnya. Pisang dipotong bulat menyerupai koin dengan ketebalan sekitar ½ sampai 1 cm.
Itulah cerita, resep, dan tips membuat pisang goreng madu Bu Nanik yang legendaris. Sekarang kamu tak perlu jauh-jauh ke Jakarta Barat, karena bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan sederhana.
Agar hasil gorengan lebih sempurna, gunakan wajan atau kuali yang berkualitas. Misalnya produk Golden Flying Fish Wajan WJ0240 dari Golden Dragon Houseware. Terbuat dari material premium yang menyebarkan panas merata, hasil gorengan jadi lebih matang dan renyah.
Ingin tahu koleksi lengkapnya? Cek produk kami di halaman Golden Dragon Houseware
Golden Dragon Houseware selalu menghadirkan peralatan dapur berkualitas yang aman, tahan lama, dan stylish. Jadikan pengalaman memasak kamu lebih menyenangkan dengan produk pilihan terbaik.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®