Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Agar diet bisa berhasil, pemilihan makanan harus benar-benar diperhatikan. Ada beberapa makanan yang harus dikonsumsi, tetapi ada pula yang wajib untuk dihindari. Sayur dan buah merupakan jenis makanan yang sangat direkomendasikan untuk diet. Sedangkan makanan berlemak adalah salah satu yang wajib dihindari. Namun, apakah hanya makanan berlemak saja? Lebih jelasnya berikut makanan yang harus dihindari saat diet.
Ketika diet, kita harus memperhatikan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Tentu tujuannya agar kalori yang masuk tidak berlebih. Terkait dengan ini Baca Juga: Menu dan Pengertian Apa Itu Defisit Kalori, Simak Yuk!. Selain itu, di bawah ini adalah daftar jenis makanan yang sebisa mungkin dihindari ketika diet:
Kamu wajib hindari makanan ini saat diet. Contoh dari makanan atau minuman tinggi gula dan kalori adalah permen, minuman bersoda, es krim, jus kemasan, teh kemasan, bahkan jus buah. Ya, jus buah memang direkomendasikan untuk diet, tetapi menambahkan gula terlalu banyak ke dalamnya ternyata justru mampu mengacaukan diet sehat.
Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula hanya akan menambah kalori pada makanan, tetapi tidak mengenyangkan. Bahkan jika dikonsumsi berlebihan mampu memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan meningkatkan berat badan. Jadi, sebaiknya batasi gula dan kalori tambahan tidak lebih dari 10% asupan harian, yakni 12 sendok untuk diet 2000 kalori.
Semua jenis makanan yang dipanggang seringkali mengandung gula tambahan seperti fruktosa. Hal ini juga berlaku untuk kue dan biskuit yang diolah dengan cara dipanggang. Fruktosa mampu mempengaruhi rasa lapar dan memengaruhi seseorang untuk makan lebih banyak dibandingkan glukosa. Hal ini menyebabkan berat badan sulit turun.
Selain itu, makanan yang dipanggang seperti ayam dan ikan juga memiliki kadar lemak trans yang tinggi sehingga meningkatkan risiko diabetes.
Sudah bukan rahasia umum jika gorengan adalah pantangan bagi siapapun yang menjalani diet, contohnya kentang goreng. Memang, kentang baik dan direkomendasikan untuk diet, tetapi ketika diproses dengan cara digoreng, maka kandungan minyak, garam, dan kalorinya akan jadi lebih tinggi. Hal ini berlaku pula untuk semua jenis bahan makanan yang digoreng. Apalagi yang menggunakan metode deep fried. Metode penggorengan ini akan membuat bahan makanan kehilangan protein dan seratnya sehingga kamu tidak lekas kenyang.
Cemilan manis ini cenderung memiliki kandungan gula tambahan yang tinggi. Tak hanya itu, cokelat biasanya juga mengandung minyak tambahan, tepung olahan, serta berbagai bahan tak sehat lainnya. Namun, akan berbeda jika cokelat yang kamu pilih adalah dark chocolate atau cokelat hitam.
Cokelat hitam adalah cokelat yang tidak mengandung gula tambahan. Cokelat ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga mampu menangkal radikal bebas dengan baik. Selain itu, kandungan flavonoid di dalamnya juga mampu memperlambat pemecahan karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Cokelat hitam juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan tekanan darah.
Selain itu, dalam sebuah studi disebutkan jika cokelat hitam mampu meningkatkan perasaan kenyang dan menurunkan keinginan untuk ngemil yang sangat baik untuk diet.
Makanan yang harus dihindari saat diet selanjutnya adalah makanan yang mengandung banyak mentega. Contohnya kue, biskuit, buttercream, dan sebagainya,
Mentega mengandung lemak jahat yang mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena mentega terbuat dari susu yang diolah menjadi krim.
Makanan pokok satu ini sebenarnya masuk kategori makanan sehat karena rendah lemak, protein dan serat. Namun, ketika nasi putih dikonsumsi berlebihan dampaknya terhadap kenaikan berat badan dan juga kenaikan kadar gula dalam darah. Apalagi jika nasi putih dalam keadaan hangat yang mana ketika ini kandungan gulanya tinggi.
Kemenkes menyarankan mengonsumsi nasi sebanyak 150 gram atau tiga centong untuk sarapan setiap harinya. Namun, jika kamu menjalani diet, sebaiknya cukup makan satu centong nasi untuk sepiring. Dengan diet nasi kamu akan mengurangi 390 Kkal setiap harinya.
Makanan cepat saji sangat tidak direkomendasikan untuk diet. Makanan ini mengandung lemak trans yang tinggi. Bahkan sempat ada studi yang menyatakan bahwa seseorang yang mengonsumsi burger dua kali dalam seminggu memiliki risiko yang obesitas yang lebih tinggi.
Selain burger, pizza juga masuk kategori makanan yang dilarang untuk diet. Pizza dengan pepperoni, daging, dan sosis seringkali dikaitkan dengan risiko kanker karena kandungan karsinogeniknya.
Ketika kamu menjalani diet, artinya harus mengurangi makanan yang mengandung tepung-tepungan. Tepung yang dimaksud di sini tak hanya tepung terigu, tetapi juga tepung ketan putih, tepung tapioka, tepung beras, dan sebagainya. Banyaknya jenis tepung tersebut tentu saja menghasilkan banyak jenis makanan antara lain mie, pasta, roti, sereal, dan juga makanan ringan.
Makanan dengan tepung-tepungan pada dasarnya baik karena tepung memiliki kandungan serat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta karbohidrat. Namun, proses pengolahan mampu mengurangi kandungan gizi pada bahan bakunya. Selain itu, jika dikonsumsi berlebihan mampu menimbulkan berbagai masalah kesehatan utamanya obesitas, khususnya tepung yang mengandung karbohidrat rafinasi yang membuat cepat merasa lapar.
Baca Juga: Cintai Tubuhmu dengan 8 Menu Makan Malam Sehat dan Praktis Berikut!
Di atas merupakan beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat diet. Selain itu, perhatikan menu makan malam setiap harinya untuk tubuh lebih sehat.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®