Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Dalam pembentukan sel darah merah, zat besi menjadi salah satu mineral yang membantu pembentukan hemoglobin. Nah, tugas hemoglobin mengikat dan mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh agar tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Lantas bagaimana jika tubuh kurang zat besi?
Tubuh yang kekurangan zat besi akan menimbulkan berbagai macam gejala seperti sesak nafas, pusing, lemas, jantung berdebar dan sakit kepala. Gangguan pada darah yang disebut anemia ini jika dibiarkan bisa mengancam nyawa. Oleh sebab itu untuk mencegahnya Anda membutuhkan makanan penambah darah.
Anemia adalah gangguan pada darah yang ditandai dengan rendahnya jumlah sel darah merah atau gangguan yang disebabkan tidak berfungsinya sel darah merah dengan seharusnya. Penyebab umum anemia adalah kurangnya asupan asam folat, vitamin B12 dan zat besi. Namun selain itu ada penyebab lainnya seperti masalah pada sistem kekebalan tubuh, faktor genetik, memiliki riwayat masalah kesehatan yang kronis, sedang hamil, atau memiliki masalah dengan sumsum tulang belakang.
Semua makanan pada dasarnya kaya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun untuk mencegah anemia kamu membutuhkan makanan dengan nutrisi khusus seperti:
Zat besi dan tembaga menjadi zat yang membantu meningkatkan sel darah merah. Kekurangan zat besi atau tembaga akan menyebabkan anemia defisiensi besi. Kedua zat ini bisa ditemukan di berbagai sumber hewani.
Asam folat meningkatkan sel darah merah dalam tubuh. Makanan dengan kandungan asam folat tinggi bisa ditemukan dalam kacang-kacangan, jeroan dan sebagainya. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan anemia megaloblastik.
Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan produksi sel darah merah terganggu. Kekurangan B12 mampu mengoptimalkan fungsi sumsum sebagai pemroduksi sel darah merah. Kekurangan vitamin C mengganggu proses penyerapan zat besi. Dan terakhir kekurangan vitamin E meningkatkan risiko anemia hemolitik karena membran sel darah merah yang jadi rentan rusak.
Ketika mengalami anemia, disarankan mengonsumsi daging merah karena keduanya kaya zat besi tinggi. Dalam 100 gram daging merah baik itu daging sapi ataupun kambing memiliki 2 mg zat besi. Jumlah ini sudah mencukupi kebutuhan sekitar 15% kebutuhan zat besi harian.
Memang baik daging sapi atau kambing memiliki bau khas yang seringkali membuat orang tak menyukainya, akan tetapi karena ini adalah sumber zat besi terbaik, mau tidak mau harus dikonsumsi. Sebenarnya jika dibersihkan dan dimasak dengan benar baunya bisa hilang lho. Sebagai contoh, Baca Juga: Resep Sop Kaki Kambing Nikmat Anti Bau!.
Unggas seperti ayam dan bebek juga memiliki kadar zat besi tinggi. Bagi kamu yang tidak suka mengonsumsi daging sapi ataupun daging kambing, unggas bisa jadi alternatif penambah zat besi dari sumber hewani. Kenapa? Karena dalam 100 gram daging unggas mampu memenuhi sekitar 10 % kebutuhan zat besi harian.
Selain itu dibandingkan dengan daging sapi atau kambing, daging unggas lebih mudah dikreasikan menjadi berbagai macam hidangan. Contohnya Baca Juga: Resep Ayam Woku Chef Juna Khas Manado Hidangan Rumah.
Makanan laut memiliki kandungan zat besi tinggi sehingga baik untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Beberapa makanan laut yang disarankan antara lain kerang, kepiting, tiram, dan udang. Selain itu ikan salmon, ikan kembung, dan tuna juga termasuk bahan makanan yang kaya zat besi.
Selain daging merah dan unggas, ternyata jeroan seperti hati, otak, ginjal dan jantung memiliki kadar zat besi yang tinggi. Namun perlu diingat jika mengonsumsi jeroan terlalu banyak juga tidak disarankan karena mampu meningkatkan risiko kolesterol tinggi atau asam urat karena memiliki kandungan purin yang tinggi.
Kamu bisa mengonsumsi kacang-kacangan atau biji-bijian sebagai penambah darah. Selain memiliki kandungan zat besi yang tinggi, biji-bijian juga kaya vitamin B, vitamin E, seng, kalium, selenium dan mangan yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan menambah energi bagi tubuh yang sedang kurang sehat. Beberapa contoh biji-bijian yang rekomendasikan yaitu biji bunga matahari, biji labu, dan biji rami.
Tidak jauh berbeda dari biji-bijian, kacang-kacangan seperti kacang mede, pinus, kedelei, kacang hitam atau pistachio memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Misalnya dalam 28 gram kacang pinus terdapat 2 mg kandungan zat besi.
Mengonsumsi sereal tak hanya menutrisi tubuh, tapi juga meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Namun usahakan untuk tidak menambahkan gula ke dalamnya.
Sayuran seperti brokoli dan bayam mengandung zat besi yang tinggi. Namun sebelum mengonsumsinya sebaiknya cuci bersih sayuran dan olah hingga matang untuk menghindari sisa zat kimia yang masih menempel.
Ada cukup banyak buah yang direkomendasikan sebagai makanan penambah darah. Beberapa di antaranya adalah apel, semangka, anggur, mangga, pisang, buah naga, alpukat dan stroberi. Kamu bisa mengonsumsinya langsung atau bisa juga diolah menjadi jus.
Di atas merupakan sedikit ulasan tentang apa saja makanan penambah darah yang mampu mencegah anemia. Pada dasarnya makanan sehat adalah kunci tubuh yang sehat. Agar kamu bisa menyantap makanan sehat dengan lebih lahap, kamu bisa gunakan peralatan makan wooden style dari Golden Dragon Houseware. Tampilan yang cantik dan sudah berstandar food grade akan jadi pilihan yang terbaik. Lihat koleksi wooden style untuk mempercantik makanan sehatmu!
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®