Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Stainless steel adalah salah satu bahan yang paling sering digunakan untuk membuat berbagai peralatan masak. Stainless steel terbuat dari campuran besi, karbon, dan kromium yang mana bahan-bahan tersebut memiliki berbagai macam fungsi yang mampu mendukung fungsi stainless steel sebagai alat untuk memasak. Ingin tahu apa saja keunggulan dari penggorengan stainless steel, karakteristik dan jenisnya? Mari simak ulasannya di bawah ini!
Penggorengan yang terbuat dari stainless steel memiliki daya pakai yang lebih lama dibandingkan dengan plastik dan bahan lainnya. Namun tak hanya itu, ada banyak keunggulan penggorengan stainless steel lainnya antara lain:
Seperti yang disebutkan di atas, stainless steel terdiri dari campuran kromium, nikel dan besi. Kromium berfungsi membentuk lapisan oksida pada permukaan logam yang membuatnya terhindar dari korosi. Sedangkan nikel membantu menjaga permukaan agar tidak berkarat.
Stainles steel terbuat dari logam yang tidak mengandung pori-pori (sangat rapat) sehingga strukturnya sangat padat hingga sulit diubah. Hal tersebut menjadikan stainless steel tidak gampang penyok, retak bahkan bocor.
Namun meskipun tergolong kuat dan anti gores, anda tetap harus tahu cara membersihkannya agar penggorengan bisa lebih awet. Lebih lengkapnya, baca Juga: Cara Membersihkan Kuali Stainless Steel dan Merawatnya.
Stainless steel sifatnya isolator yang artinya tidak mudah ditempeli oleh bahan lainnya. Hal ini menjadikan penggorengan stainless steel mudah dibersihkan hanya dengan menggunakan sabun dan air. Stainless steel juga tidak gampang tertempel oleh noda dan kotoran sehingga tidak gampang kusam dan kehilangan kilaunya.
Salah satu alasan stainless steel direkomendasikan sebagai alat untuk memasak karena bahan ini tidak menimbulkan reaksi kimia ketika dipanaskan. Hasilnya cita rasa masakan tidak akan berubah bahkan rusak.
Stainless steel memiliki ketahanan yang baik ketika dipanaskan pada suhu yang ekstrem baik itu memanggang, menggoreng atau merebus, namun juga aman ketika dimasukkan dalam freezer.
Menggunakan penggorengan stainless steel akan membuat masakan matang dengan merata. Ini disebabkan karena stainless steel yang mampu menyebarkan panas dengan merata ke seluruh sisi penggorengan.
Stainless steel didapat dari pencampuran beberapa jenis logam untuk mendapatkan jenis logam baru dengan sifat dan karakter yang lebih unggul dibanding jenis logam sebelumnya. Berikut karakteristik dari stainless steel yang membuatnya jadi primadona alat penggorengan.
Kandungan kromium stainless steel minimal 10,5%. Kromium disini berperan sebagai pelindung dari berbagai macam kondisi lingkungan sekitar yang mampu menyebabkan karat atau korosi.
Dibandingkan dengan baja ringan, kekuatan tarik dari stainless steel cenderung lebih tinggi. Dan untuk jenis duplex memiliki kekuatan lebih dari jenis austenitik. Disebutkan jika kekuatan tarik tertinggi terletak pada jenis martensitic yang mencapai angka 431, dan mendapatkan angka 17-4 PH untuk nilai pengerasan presipitasinya. Dari angka dan nilai tersebut bisa disimpulkan jika stainless steel memiliki kekerasan dan daya kekuatan yang tinggi sehingga bisa bertahan lama.
Stainless steel tak hanya tahan dengan suhu panas yang ekstrem namun juga mampu bertahan terhadap suhu yang rendah. Ketika stainless steel diuji pada suhu yang rendah, kekuatan tarik dari stainless steel austenitik jadi lebih tinggi dibandingkan dengan suhu kamar normal.
Perlu diketahui, stainless steel masih dibagi menjadi beberapa kelas atau kelompok sesuai dengan jenis serta persentase material pembuatnya.
Jenis ini memiliki kandungan kromium 10,5% hingga 18%, karbon yang cukup besar hingga 35%, dan nikel 2%. Selain itu martensitic juga memiliki kandungan lain yakni tungsten, vanadium, silicon, niobium, molybdenum, dan sebagainya.
Dibandingkan dengan dua jenis lainnya, martensitic memiliki daya tahan korosi yang lebih rendah dan masuk dalam kelas 410 dan 416.
Biasanya martensitic stainless steel digunakan untuk alat makan, pisau bedah, zipper dan peralatan operasi.
Kandungan kromium untuk jenis ini lebih tinggi dari kandungan karbon yakni kisaran 10,5% hingga 29%. Selain itu terdapat pula sedikit nikel, titanium, molybdenum dan alumunium. Ferritic memiliki tingkat ketahanan tidak sehebat austenitic namun jika dibandingkan dengan martensitic, ferritic lebih baik. Kelebihan dari jenis ini adalah harganya yang lumayan terjangkau.
Biasanya ferritic digunakan untuk peralatan masak, knalpot kendaraan, perlengkapan rumah tangga, dan lis arsitektur.
Kandungan stainless steel ini terdiri dari kromium 16%, nikel 7% dan nitrogen. Jenis ini memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik pada suhu tinggi ataupun suhu rendah. Selain itu dibandingkan jenis lainnya, austenitic memiliki ketahanan korosi yang lebih baik.
Ini adalah jenis atau kelompok baru dari stainless steel yang mana kandungan nikel, nitrogen, kromium, serta molybdenumnya lebih seimbang. Percampuran ini lantas menghasilkan stainless steel berkekuatan tinggi dengan daya tahan korosi yang tinggi. Duplex bisa digunakan pada temperatur rendah mulai dari -50 derajat celcius hingga temperatur suhu ekstrem mencapai 300 derajat celcius.
Di atas adalah pembahasan penggorengan stainless steel. Tertarik memilikinya? Jangan lupa baca Juga: Cara Merawat Wajan Stainless Steel Kesayangan Agar Awet Dan Tahan Lama untuk menjaga dan merawat penggorengan kesayanganmu.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®