Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Makanan Jepang kini semakin populer di Indonesia, terutama hidangan berkuah seperti sukiyaki dan shabu-shabu yang banyak dijadikan menu andalan restoran Jepang. Sekilas, keduanya memang tampak sama. Namun, tahukah Anda apa perbedaan sukiyaki dan shabu shabu yang sering membingungkan calon pebisnis kuliner Jepang?
Kedua hidangan ini sangat sering ditemukan di restoran Jepang dan tampak serupa karena sama-sama menggunakan irisan daging sapi yang dimasak dalam kuah panas. Kesamaan inilah yang membuat perbedaan sukiyaki dan shabu shabu sering kali kurang dipahami, terutama oleh pemilik restoran Jepang yang sedang menyusun menu.
Jika Anda berencana membuka restoran Jepang atau ingin memahami lebih dalam karakter tiap menu, mengetahui perbedaan sukiyaki dan shabu shabu menjadi bekal penting sebelum menyusun konsep bisnis. Pelajari selengkapnya di artikel ini!
Banyak orang menganggap sukiyaki dan shabu-shabu sebagai hidangan yang sama karena keduanya berbasis daging sapi dan dihidangkan bersama kuah panas.
Namun, jika diperhatikan lebih jauh, ada banyak aspek yang membedakan kedua hidangan ini, mulai dari cara memasak, komposisi bahan, hingga cara menyantapnya.
Sukiyaki sering kali dikaitkan dengan hidangan musim dingin di Jepang karena disajikan dengan kuah kental yang kaya rasa, sementara shabu-shabu lebih fleksibel dan bisa dinikmati kapan saja karena kuahnya lebih ringan.
Selain itu, proses memasaknya pun berbeda. Perbedaan cara memasak sukiyaki dan shabu-shabu ini berpengaruh langsung pada cita rasa, pengalaman pelanggan, dan standar penyajian di restoran Jepang. Dalam sukiyaki, daging dimasak langsung dengan minyak dan bumbu sebelum ditambahkan kaldu, sedangkan dalam shabu-shabu, daging dicelupkan ke dalam kuah panas hingga matang seketika.
Agar tidak bingung dalam membedakan keduanya, mari kita bahas lebih lanjut berbagai perbedaan sukiyaki dan shabu shabu berikut ini:
Dalam hidangan sukiyaki, irisan daging sapi ditumis terlebih dahulu dengan minyak di dalam panci sebelum kuah berbumbu kecap asin, gula, dan mirin ditambahkan.
Proses ini membuat daging lebih menyerap rasa dan menciptakan kuah kental yang kaya rasa. Biasanya, sukiyaki dimasak langsung oleh koki di restoran, sehingga pelanggan bisa mendapatkan hidangan yang matang sempurna.
Sementara itu, shabu-shabu dimasak dengan cara yang lebih sederhana dan menarik. Daging sapi yang telah diiris tipis cukup dicelupkan ke dalam kuah kaldu panas selama beberapa detik hingga matang.
Teknik memasak ini memungkinkan pelanggan untuk mengontrol tingkat kematangan daging sesuai dengan selera masing-masing. Selain itu, shabu-shabu sering kali disajikan dengan kompor portable di meja makan.
Perbedaan sukiyaki dan shabu selanjutnya adalah dari segi rasa kaldu. Pemilihan kaldu sukiyaki dan kaldu shabu-shabu juga menentukan karakter menu, apakah ingin menghadirkan rasa bold atau rasa ringan yang menonjolkan kualitas daging. Kuah sukiyaki cenderung memiliki rasa yang lebih manis dan asin karena dibuat dari campuran kecap asin, gula, dan mirin.
Kuah ini lebih kental dibandingkan kuah shabu-shabu, sehingga memberikan rasa yang lebih kaya pada daging dan bahan-bahan lainnya. Karena cita rasanya yang khas, sukiyaki sering dihidangkan musim dingin.
Di sisi lain, kuah shabu-shabu lebih ringan dan segar karena dibuat dari rebusan kombu (rumput laut) dan jamur.
Kaldu ini memiliki cita rasa umami yang lebih halus dan tidak terlalu dominan, sehingga lebih menonjolkan rasa asli dari daging dan bahan lainnya. Kuah shabu-shabu juga seringkali tidak memiliki tambahan kecap atau gula.
Meskipun sama-sama menggunakan daging sapi berkualitas tinggi seperti wagyu atau sirloin, terdapat perbedaan sukiyaki dan shabu dalam hal ketebalan irisan daging. Ketebalan irisan daging sukiyaki dan irisan daging shabu-shabu ini penting diperhatikan agar hasil masakan konsisten saat disajikan dalam skala bisnis.
Untuk sukiyaki, irisan daging dibuat sedikit lebih tebal, sekitar 1,8 mm hingga 2,5 mm, karena harus dimasak lebih lama dalam kuah berbumbu.
Ketebalan ini memungkinkan daging menyerap rasa bumbu dengan lebih baik dan tetap memiliki tekstur yang lembut saat disantap.
Sementara itu, dalam shabu-shabu, daging diiris lebih tipis, sekitar 1,5 mm hingga 2,0 mm, agar bisa matang dengan cepat saat dicelupkan ke dalam kuah panas.
Proses memasak yang cepat ini membuat daging tetap juicy dan lembut tanpa kehilangan tekstur alaminya. Karena daging shabu-shabu lebih tipis, proses memasaknya hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.
Baca Juga: Perbedaan Kimbab dan Sushi, Mirip tapi Berbeda!
Selain cara memasak, perbedaan sukiyaki dan shabu yang mencolok lainnya adalah dari segi cara menyantap.
Setelah sukiyaki matang, daging biasanya dicelupkan ke dalam telur mentah sebelum dimakan. Telur mentah ini berfungsi sebagai saus pencelup alami yang memberikan rasa lembut dan creamy pada daging.
Teknik ini mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang, tetapi di Jepang, cara ini dianggap sebagai cara terbaik untuk menikmati sukiyaki.
Sebaliknya, dalam shabu-shabu, daging yang sudah matang dicelupkan ke dalam berbagai jenis saus seperti ponzu (saus berbasis jeruk dengan rasa segar dan asam) atau saus wijen yang memberikan rasa gurih.
Saus yang digunakan dalam sukiyaki dan shabu-shabu juga berbeda. Seperti disebutkan barusan, sukiyaki biasanya disantap dengan telur mentah sebagai saus pencelup yang memberikan tekstur lembut dan kaya rasa pada daging.
Beberapa restoran juga ada yang menyediakan saus berbasis kecap asin untuk menambah rasa gurih pada sukiyaki.
Sementara itu, shabu-shabu jauh lebih variatif dalam penggunaan saus. Beberapa jenis saus yang umum digunakan adalah saus ponzu, saus wijen, hingga saus pedas.
Meskipun sama-sama menggunakan daging sapi sebagai bahan utama, sukiyaki dan shabu-shabu memiliki komposisi bahan pelengkap yang berbeda.
Sukiyaki biasanya disajikan dengan mie shirataki, tahu, daun bawang, jamur shitake, dan sawi putih yang dimasak bersama kuah.
Di sisi lain, shabu-shabu lebih sering disajikan dengan aneka sayuran seperti kubis, wortel, bawang bombay, dan tahu.
Shabu-shabu juga bisa dinikmati dengan tambahan nasi putih sebagai pelengkap, sehingga hidangan ini dikenal lebih fleksibel dibandingkan sukiyaki.
Setelah memahami perbedaan sukiyaki dan shabu shabu, kini Anda bisa menentukan mana yang lebih cocok untuk dinikmati atau dijadikan menu andalan di restoran Anda. Pemahaman ini membantu pelaku bisnis restoran Jepang dalam menentukan konsep menu sukiyaki dan shabu-shabu yang sesuai dengan target pasar.
Namun, sebelum memulai bisnis restoran Jepang, pastikan Anda menggunakan peralatan masak yang konsisten kualitasnya dan aman untuk operasional dapur profesional. Golden Dragon Houseware menyediakan berbagai peralatan masak dan makan berkualitas tinggi untuk mendukung bisnis Anda. Hubungi kami untuk pemesanan!
Baca Juga: Produk Best Seller Tahun 2019 - 2022! Shabu Tray Golden Dragon Melamin
Referensi:
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®