Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Perayaan tahun Baru Cina atau lebih dikenal dengan Imlek tidak akan lengkap tanpa adanya penyajian makanan di dalamnya. Bukan hanya soal jamuan, tradisi makan Imlek memiliki filosofi tersendiri yang melengkapi perayaan tersebut.
Bahkan terdapat makanan yang dianggap wajib hadir dalam setiap perayaan Imlek. Kehadiran tradisi makan Imlek ini akan menambah makna dan kebersamaan selama perayaan.
Tahun baru Imlek dirayakan dengan berbagai tradisi. Dari angpao, barongsai, ornamen merah, hingga tradisi makan Imlek.
Tradisi makan menjadi salah satu momen untuk memperkuat simbol persatuan. Setiap makanan yang hadir menjadi wadah untuk menciptakan ruang bagi individu untuk dihargai dan merasa diterima.
Dalam penyajiannya juga tidak sembarangan. Di dalamnya ada unsur makanan dari darat dan berkaki empat, berkaki dua, maupun berenang. Setiap unsur mempunyai maknanya masing-masing.
Tradisi makan Imlek menyimpan filosofi mendalam. Filosofi tersebut diyakini oleh mereka yang merayakan. Apa saja filosofi yang dimaksud?
Filosofi tradisi makan Imlek satu ini mungkin sudah sering Anda ketahui melalui beberapa menu yang disajikan. Dalam perayaan Imlek, makanan menjadi simbol keberuntungan, harapan, hingga doa.
Salah satu makanan yang dikenal sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran adalah pangsit atau jiaozi. Makanan tersebut memiliki bentuk mirip emas batangan kuno.
Filosofi kedua dari tradisi makan Imlek ini juga pasti tidak asing bagi Anda. Panjang umur dan rezeki menjadi dua doa utama yang saling berkaitan. Hidup yang panjang diharapkan dapat dijalani dengan kesehatan, keberkahan, dan kecukupan.
Salah satu makanan yang disajikan untuk simbol panjang umur adalah mi panjang umur.
Baca Juga: Masakan Peranakan: Perpaduan Rasa Unik dan Peralatan Makan yang Mendukung Penyajiannya
Momen yang paling ditunggu oleh keluarga ketika perayaan tahun baru Cina adalah tradisi makan Imlek. Menjadi simbol berkumpulnya keluarga dari lintas generasi.
Tradisi makan Imlek bukan sekadar tradisi. Di dalamnya tersimpan makna persatuan keluarga, rasa syukur, hingga doa bersama untuk kesehatan dan rezeki.
Ada beberapa tradisi makan yang biasanya muncul saat Imlek. Beberapa di antaranya ada:
Hidangan ini dikenal juga sebagai Yee Sheng yaitu menu yang di dalamnya terdapat sayuran, buah-buahan, dan kerupuk. Paling tidak ada tujuh bahan utama. Jumlah tersebut dipilih karena angka tujuh dipercayai sebagai angka keberuntungan.
Ada tujuh jenis sayuran dengan warna yang berbeda-beda. Biasanya bahan-bahannya sudah matang dan disusun secara melingkar di piring.
Kemudian bahan-bahan akan disatukan dalam piring besar dengan diiringi doa. Anggota keluarga kemudian mengaduk secara berebutan.
Mengaduknya setinggi mungkin menggunakan sumpit dengan mengucapkan “Huat ah! Huat ah!” yang artinya hoki atau berkah.
Perayaan malam Imlek disebut sebagai Nianchuxi yang diterjemahkan sebagai “tahun singkirkan malam” atau bisa juga “malam tahun baru”.
Perayaan akan dimulai pada pukul 23.00. Di dalamnya terdapat tradisi makan Imlek yang disebut sebagai makan malam reuni atau Tuan Nian (kembali) atau Wei Lu (mengelilingi kompor).
Artinya adalah menyatukan keluarga yang terpisah. Apabila tidak bisa hadir, maka bisa diwakili dengan menyediakan kursi kosong ketika jamuan makan dilakukan.
Baca Juga: Apakah Kamu Pernah Coba: 12 Makanan Tradisional yang Sudah Langka
Sedikit disinggung pada beberapa poin sebelumnya bahwa terdapat hidangan khusus yang disajikan pada tradisi makan Imlek. Apa saja hidangan tersebut?
Kehadirannya menjadi keharusan. Makna dari Siu Mie sendiri adalah kebahagiaan, panjang umur, dan rezeki yang melimpah.
Bentuknya yang bulat menjadi lambang agar keluarga selalu rukun dan bersatu. Kue keranjang juga disusun bertingkat. Dari ukuran yang kecil hingga besar. Maknanya agar kemakmuran dan rezeki meningkat.
Untuk membuat teh telur, Anda perlu merebus telur menggunakan rempah-rempah, kecap asin, dan daun teh.
Sajian tradisi makan Imlek satu ini dibuat dengan banyak bahan dasar. Misalnya jamur tungku, teripang, udang, ikan, kerang kering, perut ikan, jamur hitam, abalone, biji lotus, dan kacang ginkgo.
Seseorang yang menyantap sup delapan bentuk berharap bisnisnya bisa berkembang dengan cepat.
Tradisi makan Imlek tetap punya makna yang penting di era modern ini. Sebagai pengikat keluarga dan juga identitas budaya yang perlu dijaga, tradisi makan Imlek perlu terus dilakukan.
Namun mungkin memang perlu penyesuaian zaman. Misalnya makan bersama di restoran, hidangan yang praktis tetapi tetap bermakna, hingga tetap berkumpul bersama keluarga walaupun tidak lengkap.
Era modern memang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga tradisi Imlek ini. Namun di situlah nilai tradisi diuji dan diperkuat.
Golden Dragon Houseware siap melengkapi perayaan tahun baru Imlek Anda dengan berbagai series produk penyajian makanan.
Mulai dari piring, gelas, hingga sendok garpu. Semua produk plastik BPA free sehingga aman digunakan.
Selain itu ada Golden Dragon Melamine yang AMANAH yakni Aman, Indah, dan Halal karena mengantongi sertifikat SNI, food grade, serta halal grade A.
Kemudian GDH memiliki Golden Flying Fish (produk stainless steel) yang juga sudah ber-SNI. Menjadikannya produk alat masak pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat SNI pada 2020.
Dapatkan produk Anda dengan mengunjungi Golden Dragon Houseware atau hubungi email info@goldendragonmelamine.com. Untuk Anda ketahui produsen GDH adalah PT Andersen Jaya Plastik dengan distributor PT TUNAS REJEKI WAHANA dan PT KARUNIA REJEKI UTAMA.
Referensi:
https://www.detik.com/sulsel/kuliner/d-6526930/20-makanan-wajib-imlek-dan-filosofinya
https://daaitv.co.id/DAAI-WP/mengenal-yu-sheng-tradisi-makan-besar-dari-tiongkok-setiap-imlek/
https://alfamart.co.id/news-detail/mengenal-5-tradisi-makanan-khas-imlek-beserta-maknanya
https://polytron.co.id/berita/ada-kebahagiaan-ini-makna-tradisi-makan-bersama-saat-imlek/
https://pib.ac.id/id/makanan-pembawa-hoki-buat-tahun-baru-imlekmu-jadi-lebih-berlimpah/
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®